18 November 2014
Headlines News :

Prinsip Kerja Deterjen

Share this post :
Save as to PDF

Deterjen dan sabun digunakan sebagai pembersih karena air murni tidak dapat menghapus atau menghilangkan kotoran pakaian/barang yang berminyak, atau terkena pengotor organik lainnya. Sabun membersihkan dengan bertindak sebagai emulsi. Pada dasarnya, sabun memungkinkan minyak dan air untuk bercampur sehingga kotoran berminyak dapat dihilangkan selama pencucian. Deterjen kemudian dikembangkan untuk mengatasi kekurangan lemak hewan dan sayuran yang digunakan untuk membuat sabun selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Deterjen adalah surfaktan, yang dapat dihasilkan dengan mudah dari petrokimia. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air, pada dasarnya membuatnya lebih basah sehingga lebih mungkin untuk berinteraksi dengan minyak dan lemak. Deterjen modern mengandung lebih dari sekedar surfaktan. Produk pembersih juga mengandung enzim untuk mendegradasi protein berbasis noda, pemutih untuk penghilang warna noda dan menambah daya agen pembersih, dan pewarna biru untuk melawan penguningan.

Seperti sabun, deterjen memiliki rantai molekul hidrofobik atau rantai molekul yg tidak suka air dan komponen hidrofilik atau rantai moleku l suka-air. Hidrokarbon hidrofobik yang ditolak oleh air, tapi ditarik oleh minyak dan lemak. Dengan kata lain berarti bahwa salah satu ujung molekul akan tertarik ke air, sementara sisi lain mengikat minyak. Air bersabun yang mengelilinginya (kotoran) memungkinkan sabun atau deterjen untuk menarik kotoran dari pakaian atau piring dan masuk ke dalam air bilasan untuk selanjutnya dapat dipisahkan.



Air hangat atau panas mencairkan lemak dan minyak sehingga lebih mudah bagi sabun atau deterjen untuk melarutkan kotoran dan menariknya ke dalam air bilasan. Deterjen mirip dengan sabun, tapi mereka cenderung kurang untuk membentuk buih dan tidak dipengaruhi oleh adanya mineral dalam air (air keras).

Deterjen modern dapat dibuat dari petrokimia atau oleokimia yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Alkali dan agen pengoksidasi adalah juga bahan kimia yang ditemuk an dalam deterjen.

Berikut adalah fungsi molekul ini:

Petrokimia / Oleokimia
Lemak dan minyak adalah rantai hidrokarbon yang tertarik dengan kotoran berminyak dan berminyak.

Pengoksidasi
Belerang trioksida, etilen oksida, dan asam sulfat adalah salah satu molekul yang digunakan untuk memproduksi komponen hidrofilik dari surfaktan. Pengoksidasi menyediakan sumber energi untuk reaksi kimia. Senyawa ini sangat reaktif dan juga bertindak sebagai pemutih.

Alkalis
Kalium hidroksida dan natrium hidroksida digunakan dalam deterjen dan juga digunakan dalam pembuatan sabun. Alkali-alkali itu bertindak menyediakan ion yang bermuatan positif untuk mempromosikan reaksi kimia.

Tips memilih deterjen yg bagus

1. Cari deterjen yang sedikit busanya. Dengan sedikit busa, air untuk membilas juga tidak perlu banyak., "Makin banyak busanya, makin mantap, makin bagus", begitu kira kira image tentang sebuah deterjen yang berkualitas. Image sesat yang berhasil tertanam . Lagipula, kalau ngga banyak busa, rasanya ngga bersih… padahal… Busa itu korelasinya sangat kecil dibandingkan daya bersih.

2. Cari deterjen yang jika sisa air cuciannya bisa untuk menyiram tanaman tanpa membuat tanaman mati – Cari d eterjen yang rendah fosfat. Jikapun mengandung fosfat, sebisa mungkin digunakan untuk menyiram tanaman, karena fosfat itu tidak baik untuk badan, tapi oke oke aja untuk tanah dan tanaman.

3. Cari produk lokal. Dengan menggunakan produk lokal, kita meminimasi jejak karbon yang ditimbulkan dari transportasi Happy hunting


4. Cari yg tidak menyebabkan panas ,Deterjen yang menyebabkan panas apabila digenggam di tangan karenaadanya reaksi dari soda ( Sodium hydroxide ) terhadap lemak di bawahlapisan kulit . Bahan ini digunakan karena murah harganya.


Efek negatif dari deterjen

Tanpa mengurangi makna manfaat deterjen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ada juga efek negatif dari deterjen (menurut ane sih itu tergantung yang mamakainya... )
 
Bagi lingkungan :
Deterjent memiliki efek beracun dalam air. Semua deterjent menghancurkan lapisan eksternal lendir yang melindungi ikan dari bakteri dan parasit, selain itu detergent dapat menyebabkan kerusakan pada insang, serta mengurangi kemampuan perkembangbiakan organisme perairan
Deterjen juga memiliki andil besar dalam menurunkan kualitas air.

Bagi manusia :

dapat menyebabkan permukaan kulit kasar, hilangnya kelembaban alami yamg ada pada permuka n kulit

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10152237
Silahkan masukan Email Anda untuk berlangganan gratis via email, dan Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari Sekedar Tahu Saja..!!
Enter your email address:
Artikel terkait lainnya :

Silahkan Gunakan Facebook Comment, Jika Anda Tidak Memiliki Url Blog!

Poskan Komentar

back next home
 
Copyright © 2011. Sekedar Tahu Saja - All Rights Reserved | Mobile Version
Template Created by Creating Website Published by Mas Template